JANJI

Orang kaya mungkin boleh mendapat kemudahan yang dia mahukan spt hotel yang paling dekat supaya mudah segala2nya,tapi sebenarnye mujahadah yang Allah swt pandang…kepayahan kita ke rumahNya. Jadi tak perlu rasa malu jika hotel kita menginap ketika haji/umrah jauh lokasinya… —–perkongsian @ikim.

Sebenarnye ,
xperlu tunggu sampai ‘diseru’,
xperlu tgu sampai duit cukup ikut pakej yg mahal,
xperlu takut pd dugaan yg bakal diterima,
xperlu tgu smp matang usia
kerana kesungguhan utk dtg ke Baitullah itulah y Allah swt pandang pada hambaNya…

*Alhamdulillah mengerjakan umrah adalah lawatan pertama saya ke luar negara dan pengalaman pertama sy naik flight pd usia 30tahun..itu janji saya pd diri sdr.

Advertisements

Waheshna ya Rasool Allah

I’ve questioned for so long, tell me how could this be?!
How could we love someone whom our eyes have never seen?!
If he is truly dear to you
Follow him, and in Paradise you will be with him

My tears rolling down my cheeks when I first watch and heard this song..To understand the lyrics and feeling it inside my heart makes me miss our prophet even more…  The lyrics and video really express my thoughts and prayers.. Subhanallah.. guide me to do good for the sake of you..

For so many years my biggest dream has been
To visit the Chosen One even just once

DUA IDEAS FOR ARAFAH

Have you made your list of Duas to ask of Allah? Here are some you can include in your list, Insha Allah:

1. Ya Allah grant me Ultimate Success -safety from the Fire and entry into Jannathul Firdous

2. Ya Allah make me and my family of those companions of the Right. Who receive the book of deeds in our right hands.

3. Ya Allah, Grant me a blessed death. Let me utter the shahada before I die. Grant me the intercession of Prophet (Sal).

4. Ya Allah grant me the companionship of Prophet (Sal), his family and the Sahaba’s in Jannathul Firdous.

5. Ya Allah save my non Muslim friends from the Fire. Guide them to Islam.

6. Ya Allah, reunite me in Jannathul Firdous with those whom I love for Your sake alone.

7. Ya Rabb, perfect my Deen and my Worship. Save me from Faahisha and let me complete half of my Deen.

8. Ya Allah accept my good deeds and increase me in reward and Your Mercy. Wipe away my sins and pardon me completely. Shower your Mercy upon me and save me from disgrace on the Day of Reckoning.

9. Ya Allah, when I die, let my soul and my record of Deeds be with the Illiyeen.

10. Ya Allah grant me, my parents, family and children guidance, steadfastness and increased Imaan.

11. Ya Allah, make me of the few You love, You Pardon and You shade on a Day when there is no shade but from Your Majestic Arsh (Throne).

12. Oh my Lord, increase me in Yakeen and Tawakkul in you. Let there be no doubt in my belief in Your Oneness, Your Majesty and Power.

13. Ya Allah increase me in my love for You and Your Prophet (Sal).

14. Ya Allah forgive me and increase me in Your Blessings and Provisions.

15. Ya Allah lead me to more opportunities to do good and seeking Your Pleasure.

16. Ya Rabb, Purify my intentions for Your Sake alone and let me not show off or take false pride. Save me from arrogance, pride, showing off and reminding of favors.

17. Oh my Creator and Sustainer, do not leave me alone. Bless me with a righteous spouse and children who will be the coolness of my eyes.

18. Oh my Lord, make me of those who are patient and obedient to You and to my parents.

19. Save me from the Fitnah of Dajjal.

20. Save me from the punishment of the grave and the punishment of the Hell Fire.

21. Ya Allah, increase me in Sadakathul Jariya work.

22. Ya Allah, bless me with good health, so I can make sajdah with ease till my dying day.

23. Ya Allah, protect me and the Muslim Ummah against wicked oppressors. Save us from Fitnah and give us ease in our times of trial.

24. My Lord, bless me with the best in this world, the best in the Hereafter and save me from the fire. I am indeed in need of the good You have in store for me.

25. Ya Allah increase me in gratitude towards You alone.

26. Oh my Rabb, save me from hypocrisy.

27. Ya Allah, let me and my spouse be among the pilgrims to perform Hajj in 2015.

28. Ya Allah protect me against Evil Jinns and Spirits. Safeguard me from their evil incitements and plots.

29. Ya Allah forgive and have Mercy upon my parents, as they looked after me when I was young.

30. Ya Allah, I pray and beg of you for the guidance of the Muslim Youth and Ummah. Save us all from Kufr, Despair, Misdeeds and Shirk.

31. Ya Allah grant me the strength to battle laziness and sleep, so I may wake up for Tahajjud and Fajr daily.

KETIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH

Allah itu Siapa?
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe).

Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH. Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Tanya 2: “Bu, Bentuk Allahitu seperti apa?”
Tanya 3: “Bu, Kenapa kita gak bisa lihat Allah?”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Tanya 5: “Bu, Kenapa kita harus nyembah Allah?”

Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?”
Jawablah:
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini:
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini:
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ‌ۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬ا‌ۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِ‌ۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
[baca juga Melihat Tuhan]

Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?“
Jangan jawab begini:
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Al-Hadid (57) : 3

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ (١٦) مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ (١٧)

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17)
{ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}

Jawablah begini:
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris)
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”

Atau bisa juga beri jawaban:
“Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.”

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”

Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana?”
Jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.”
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip “Allahu Akbar” itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِ‌ۚ
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <– Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini:
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini:
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
[baca juga Mulai Saat Ini Jangan Sebut-sebut Lagi Yang Di Atas]

“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.(Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡ‌ۚ
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

وَلِلّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجْهُ اللّهِ
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

“Allah sering lho bicara sama kita..misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

وَٱللَّهُ يَهۡدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٲطٍ۬ مُّسۡتَقِيمٍ
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini:
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”

“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini:
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru.”
(Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلۡعَـٰلَمِينَ
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
[baca juga Mengapa Allah Menciptakan Makhluk?]

Katakan juga pada anak:

“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?!” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

“Kenapa, Bu?”

“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahu a’lam.

sumber : “ Mutiara Hikmah

123.First Taranum class today

Quite excited when Ustaz Md. Zin came to start our first class of Taranum today. yeay~ I learned there are 7 types of Taranum which I’ll elaborate in next post. Today I found this blog that dedicated about Taranum lesson. Gotta go, I’ll story about this more tonight oraite! thank you for reading my humble blog friend..

btw , HAPPY BIRTHDAY dear sister – chiyo Dyna

91.Seminar Al-Quran Penjana Kemajuan Sains & Teknologi

Seminar ini dianjurkan dengan kerjasama pihak Karangkraf Sdn Bhd, dengan Majalah I sebagai majalah rasmi bagi seminar ini.

Tarikh & masa : 23 Februari 2008 bermula 0800H higga 1800.

Tempat : Dewan Bestari, Universiti Pertahanan Nasional Malaysia
(UPNM), Kem Sg Besi, 57000 Kuala Lumpur
Yuran : RM20 untuk pelajar dan RM23 untuk bukan pelajar

Ahli Panel :

  • Dr Jamnul Azhar Mulkan – Kertas kerja berkaitan dengan bidang perubatan dan Al-Quran.
  • Prof Dr Mohd Yusof Hj Othman – Kertas kerja berkaitan dengan bidang Fizik dan Al-Quran.
  • Dr Danial Zainal Abidin – Kertas kerja berkaitan antara kejadian alam dan Al-Quran.

Pembayaran : Sila berhubung dengan urusetia untuk maklumat lanjut

Urusetia :

a. 012-4747453 (Zul)

b. 017-2904193 (Syafiq)

c. 012-4094408 (Joy)

Emel : ezias86@hotmail. comAlamat email ini telah dilindungi dari spam bots, anda perlukan Javascript enabled untuk melihatnya atau seminarupnm@ hotmail.comAlama t email ini telah dilindungi dari spam bots, anda perlukan Javascript enabled untuk melihatnya

Kenderaan transit akan disediakan bagi peserta yang menaiki pengangkutan awam dari Stesen LRT Tasik Selatan ke tempat seminar. Bagi peserta dikalangan pelajar, sila sertakan salinan kad matriks anda pada hari pendaftaran ataupun anda boleh emelkan kepada kami untuk pengesahan.

Tarikh tutup penyertaan adalah pada 20/2/2008 . Bayaran merangkumi kertas kerja dan makan

79.Kuliah Muslimat di KUO

I was just walking alone heading to KUO to buy some foods [ break my fast ] when this girl came to me with a smile and handed me this flyers. From afar she looked at me with a smile and on her hand there’s only one flyer left and that was for me. She sincerely invited me tomorrow for a taklim at KUO’s musolla. Btw, she makes me happy today~